Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ben Gvir Lontarkan Serangan Verbal terhadap Tahanan Perempuan Palestina

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 2 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Ahad, 2 Agustus 2026 - 08:30 WIB

21 Views

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (foto: PIC)
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (Foto: PIC)

Ramallah, MINA – Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir melakukan serangan verbal terhadap seorang perempuan Palestina yang ditahan di Penjara Ofer, Ramallah.

Tahanan perempuan tersebut menuntut hak-hak dasar di dalam penjara. Tetapi justru yang didapat adalah caci dan makian.

Dalam sebuah video yang dikutip Ahad (2/8), menunjukkan Ben Gvir menanggapi keluhan tahanan tentang kondisi penahanan dengan mengatakan, “Makanan tidak boleh enak. Ini bukan hotel.”

Tahanan tersebut sebelumnya telah berbicara tentang buruknya kualitas makanan yang diberikan kepada tahanan perempuan Palestina, kurangnya air bersih, dan perampasan akses mereka terhadap udara segar, yang semuanya dianggap sebagai hak dasar yang harus diberikan kepada para tahanan.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

“Siapa pun yang melakukan hal-hal buruk harus memikirkan apa yang telah mereka lakukan, dan siapa pun yang melakukan kejahatan harus belajar, terutama jika itu adalah kejahatan terhadap rakyat Israel,” menurut pernyataannya.

Meskipun tahanan tersebut membantah melakukan kejahatan apa pun, Ben Gvir terus menyerangnya dengan mengatakan, “Ini bukan hotel. Dulu ini hotel. Sekarang sudah tidak lagi.”

Pernyataan Ben Gvir ini merupakan bagian dari tindakan memperketat pembatasan terhadap tahanan Palestina, termasuk tahanan perempuan, melalui serangkaian tindakan keras di dalam penjara-penjara Israel.

Media Israel baru-baru ini mengungkapkan dimulainya pekerjaan penggalian parit air yang dirancang untuk buaya di sekitar blok penahanan tahanan Palestina di Penjara Ketziot di Gurun Negev, sebagai bagian dari proyek kontroversial yang dijuluki media sebagai “penjara buaya,” yang didukung oleh Ben Gvir.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Lembaga Pembela Tahanan Palestina (PPS) dalam laporan sebelumnya menyatakan bahwa puluhan tahanan perempuan Palestina di penjara-penjara Israel menderita kondisi penahanan yang tragis, termasuk kelaparan sistematis, penggeledahan dengan membuka pakaian, dan pengabaian medis yang disengaja, terutama terhadap tahanan yang sakit dan hamil.

Kondisi ini menuai kecaman luas dari berbagai organisasi hak asasi manusia yang menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan pelanggaran berat terhadap hak-hak tahanan Palestina.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda