Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bencana di Sumatra: 3,3 Juta Warga Terdampak, 1,1 Juta Mengungsi

Zaenal Muttaqin Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 3 Desember 2025 - 12:29 WIB

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:29 WIB

14 Views ㅤ

Sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban bencana yang tertimbun lumpur (Foto: Istimewa/MINA)

Jakarta, MINA – Situasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara memasuki fase krusial.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru yang menunjukkan lonjakan signifikan jumlah korban dan kerusakan.

Dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/12) sore, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan kabar memilukan yang menggambarkan betapa dahsyatnya bencana yang melanda tiga provinsi tersebut.

“Sore ini status hasil pencarian dan pertolongan secara umum meninggal dunia 712 jiwa dan hilang 507 jiwa,” kata Abdul Muhari.

Baca Juga: Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Ilegal Ditahan di Rutan Mabes

Bencana yang terjadi sejak sepekan terakhir ini telah meninggalkan luka besar. Data yang diperbarui pada pukul 17.11 WIB mencatat: 712 korban meninggal dunia, 507 orang masih dinyatakan hilang, 2.564 orang terluka, 3,3 juta warga terdampak, dan 1,1 juta jiwa terpaksa mengungsi.

Jika diurai per provinsi, dampak paling parah terjadi di Sumatera Utara, dengan 301 korban meninggal dan 163 orang hilang.

Aceh mencatat 218 korban meninggal dan 227 hilang, sementara Sumatera Barat melaporkan 193 korban meninggal dan 117 hilang.

Kerusakan infrastruktur juga sangat masif: 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, 3.700 rumah rusak ringan, 323 fasilitas pendidikan rusak dan 299 jembatan putus atau rusak.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

BNPB memastikan seluruh unsur gabungan, termasuk TNI, Polri, Basarnas, relawan serta unsur daerah, masih bekerja tanpa henti.

Fokus utama adalah pencarian korban hilang, pertolongan warga yang terisolasi, dan distribusi logistik ke jutaan warga terdampak.

Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca, yang diharapkan dapat membantu mengurangi curah hujan serta mempercepat proses penyelamatan di wilayah yang masih sulit dijangkau.

Upaya ini dilakukan paralel dengan pembukaan akses jalan, perbaikan jembatan darurat, serta pengiriman bantuan ke lokasi-lokasi yang terputus. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA) 

Rekomendasi untuk Anda