Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPT: Generasi Muda Mudah Terpapar Radikalisme

kurnia - Rabu, 24 Mei 2023 - 17:22 WIB

Rabu, 24 Mei 2023 - 17:22 WIB

5 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan sejumlah lembaga riset pada 2020 menyatakan perempuan, generasi muda, dan aktif di internet rentan terpapar radikal terorisme.

“Survei (FKPT) 2020. Perempuan generasi muda dan aktif di internet mencatat indeks potensi radikalisme lebih tinggi sehingga rentan terpapar narasi radikal,” kata Deputi Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Andhika Chrisnayudhanto, dalam  forum Joint Synergy to Eradicate Terrorism: Narasi Gen Z “Saring Sebelum Sharing” di Jakarta, Rabu (24/5).

Andika mengatakan, keterlibatan perempuan generasi muda dalam terorisme semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan keterlibatan perempuan itu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemajuan teknologi.

Namun, tidak berarti laki-laki tidak rentan terhadap terorisme. Karena kelompok teror memanfaatkan kerentanan masyarakat sehingga baik laki-laki maupun perempuan, dari berbagai latar belakang sosial berpotensi terpapar.

Baca Juga: Keberangkatan Haji 2026 Dimulai 21 April, Persiapan Hampir Rampung

“Karena itu, perlu adanya sinergi dalam memberantas terorisme hingga ke akarnya,” kata Deputi Kerja Sama Internasional BNPT.

Dalam kesempatan sama, Pendiri Yayasan Prasati Perdamaian sekaligus pakar terorisme Noor Huda Ismail mengatakan, memberantas terorisme tidak cukup dengan melakukan kontra narasi dan meluruskan pemahaman yang ekstrem.

Memberantas terorisme juga harus mengelola teknologi yang dipakai dalam mempropagandakan paham tersebut, dalam hal ini media sosial.

Selain itu, lanjutnya, literasi digital juga harus ditingkatkan agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial.

Baca Juga: Jakarta Jadi Pusat Komando Strategis Asia Pasifik untuk Kemerdekaan Palestina

“Media sosial memerdekakan mereka (masyarakat) untuk bergabung (ke kelompok teror), asal pegang handphone bisa kena, radikalisasi tidak berbicara secara paham saja tapi juga teknologi, perlu kerja sama semua pihak termasuk pengelola teknologi informasi,” kata Noor Huda. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Donasi Masyarakat Indonesia untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Rekomendasi untuk Anda