Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris, Prancis, dan Negara NATO Lain Tolak Gabung Blokade di Perairan Arab

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 15 April 2026 - 19:32 WIB

Rabu, 15 April 2026 - 19:32 WIB

48 Views ㅤ

Kawasan seputar Selat Hormuz (Iaex.in)

London, MINA – Inggris dan Prancis secara tegas menolak permintaan Amerika Serikat untuk bergabung dalam blokade laut di Perairan Arab yang mengarah ke Selat Hormuz.

Keputusan tersebut memicu ketegangan baru dalam aliansi NATO dan semakin memperlebar jurang antara Washington dan sekutu-sekutu Eropanya.

Aliansi NATO justru memilih jalur berbeda, yakni hanya akan mempertimbangkan intervensi setelah konflik dengan Iran berakhir, sebuah sikap yang diperkirakan akan membuat marah Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan penolakannya dengan tegas dan gamblang.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

“Kami tidak mendukung blokade,” ujar Starmer kepada BBC.

“Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, dan memang ada tekanan yang cukup besar, kami tidak akan terseret ke dalam perang ini,” tegasnya .

Penolakan ini disampaikan meskipun AS telah memberikan tekanan yang cukup besar kepada sekutu-sekutunya untuk ikut serta dalam operasi blokade yang dimulai pada Senin (13/4).

Sementara Prancis, di bawah pimpinan Presiden Emmanuel Macron, tidak hanya menolak blokade tetapi juga mengambil inisiatif untuk membentuk misi alternatif.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Macron mengumumkan bahwa Prancis akan menggelar konferensi bersama Inggris dan negara-negara lain untuk merancang misi multinasional yang bersifat defensif guna memulihkan navigasi di Selat Hormuz.

“Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai, akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,” kata Macron.

Pertemuan untuk menyusun rencana misi ini dijadwalkan berlangsung di Paris atau London, melibatkan sekitar 30 negara, termasuk negara-negara Teluk, India, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, dan Swedia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyampaikan posisi tegas Madrid.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

“NATO tidak memiliki keterlibatan dalam perang ini. Kami, para sekutu, tidak diberi tahu atau dikonsultasikan,” kata Albares di hadapan Senat Spanyol.

Menteri Perdagangan Turkiye Omer Bolat juga menyatakan bahwa aliansi tidak wajib campur tangan, dan para sekutu tidak wajib membantu AS serta Israel dalam perang mereka dengan Iran.

Penolakan itu semakin menambah daftar panjang gesekan antara Trump dan sekutu Eropanya. Sebelumnya, Trump telah mengancam akan menarik AS dari NATO dan mempertimbangkan penarikan sebagian pasukan dari Eropa.

Ketegangan juga meningkat setelah beberapa negara Eropa menolak memberikan akses wilayah udara mereka untuk serangan AS ke Iran.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Seorang sumber diplomatik Eropa bahkan mempertanyakan apakah Trump akan menyambut baik misi alternatif yang dipimpin Prancis-Inggris.

Respons China dan Negara Lain

China, yang merupakan importir utama minyak Iran, juga mengecam keras blokade AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut tindakan AS sebagai “perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab” yang hanya akan memperparah kontradiksi dan memperburuk ketegangan .

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Arab Saudi, sekutu tradisional AS di kawasan, justru ikut mendesak Washington untuk menghentikan blockade itu. Riyadh khawatir blokade ini akan memicu pembalasan Iran yang menargetkan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, yang dapat langsung mengancam ekspor minyak Saudi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Luksemburg Siapkan Aturan Larang Produk Permukiman Israel

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA