Dhaka, MINA – Sedikitnya 250 orang, termasuk pengungsi Rohingya dan warga negara Bangladesh, dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di Laut Andaman. Kapal tersebut dalam perjalanan menuju Malaysia.
Hingga Rabu (15/4), status pencarian korban masih belum jelas. The Hindu melaporkan.
Menurut pernyataan bersama dari UNHCR (Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi) dan IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) pada Selasa (14/4), kapal pukat tersebut berangkat dari Teknaf di distrik Cox’s Bazar, Bangladesh selatan.
Kapal itu membawa sejumlah besar penumpang. Namun, karena kepadatan yang ekstrem, ditambah angin kencang dan ombak kencang laut, kapal akhirnya kehilangan kendali dan tenggelam.
Baca Juga: Gadis Iran Raih Emas Olimpiade Penemuan Malaysia, Didedikasikan untuk Pelajar Minab
UNHCR dan IOM menjelaskan bahwa tragedi tersebut mencerminkan kondisi menyedihkan di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Faktor-faktor yang mendorong mereka mengambil risiko laut antara lain: akses terbatas ke pendidikan bagi anak-anak pengungsi, tidak ada lapangan pekerjaan yang memadai, tidak ada solusi jangka panjang yang pasti, dan ekerasan yang terus berlanjut di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, membuat kepulangan yang aman ke Myanmar tidak mungkin dilakukan.
Kondisi ini, kata kedua lembaga PBB tersebut, terus mendorong pengungsi Rohingya yang rentan untuk memilih perjalanan laut yang sangat berisiko. Mereka sering kali tergiur dengan janji palsu tentang upah yang lebih tinggi dan peluang yang lebih baik di luar negeri.
UNHCR dan IOM mendesak masyarakat internasional untuk memperkuat pendanaan dan solidaritas, dan memastikan bantuan penyelamatan jiwa bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Baca Juga: Pakistan Terus Dorong Diplomasi, Upaya Damai AS-Iran Belum Berhenti
Saat ini, Bangladesh telah menampung lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Arab Saudi Mulai Berlakukan Pembatasan Masuk Mekkah Jelang Musim Haji 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic