Beijing, MINA – China mengerahkan patroli militer dan penjaga pantai di kawasan sengketa Laut China Selatan, sehari setelah Filipina menegaskan masih menghadapi ancaman serius dari Beijing dan memperkuat kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat.
Langkah tersebut menandai kembali meningkatnya ketegangan di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia itu. Asiaone melaporkan, Senin (1/6).
Beijing menuduh sejumlah negara di luar kawasan terus memperkeruh situasi dengan menggelar aktivitas militer dan latihan bersama yang dinilai mengancam stabilitas regional.
Patroli tersebut berlangsung tidak lama setelah Filipina dan Amerika Serikat menyelesaikan rangkaian latihan militer gabungan yang mencakup operasi maritim dan pertahanan kawasan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pemerintah Filipina sebelumnya juga menyatakan bahwa tindakan Tiongkok di wilayah sengketa masih menjadi tantangan utama bagi keamanan nasional negara itu.
Dalam perkembangan terpisah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membahas isu keamanan Laut China Selatan melalui percakapan telepon.
Kedua pihak menegaskan pentingnya menjaga kebebasan navigasi, stabilitas kawasan, serta memperkuat kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya aktivitas militer Tiongkok.
Laut China Selatan selama bertahun-tahun menjadi sumber sengketa antara Tiongkok dan sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Kawasan tersebut memiliki jalur perdagangan internasional yang sangat penting serta diyakini menyimpan cadangan minyak dan gas dalam jumlah besar. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan melalui peta “sembilan garis putus-putus” yang ditolak oleh beberapa negara tetangganya.
Para pengamat menilai patroli terbaru ini menunjukkan rivalitas strategis antara Tiongkok dan Amerika Serikat masih akan terus mewarnai dinamika keamanan Asia-Pasifik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing berulang kali menggelar patroli kesiapan tempur di Laut China Selatan sebagai respons terhadap meningkatnya latihan militer gabungan antara Filipina, AS, Jepang, dan sejumlah mitra regional lainnya.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic