Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Kabupaten Bantul Paling Luas Terdampak di DIY

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:20 WIB

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:20 WIB

37 Views ㅤ

Arus air bercampur lumpur mengalir deras dari kawasan perbukitan usai hujan lebat, memicu banjir dan potensi longsor di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Sosmed)

Yogyakarta, MINA – Kabupaten Bantul tercatat sebagai wilayah dengan dampak cuaca ekstrem paling luas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akibat hujan lebat yang terjadi, Jumat-Sabtu (26–27/12). Peristiwa tersebut memicu banjir, tanah longsor, serta berbagai kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryanta mengatakan, dampak cuaca ekstrem di Bantul terjadi di 88 titik yang tersebar di delapan kapanewon, yakni Imogiri, Kasihan, Dlingo, Kretek, Piyungan, Sanden, Sewon, dan Srandakan. Ia menjelaskan, kejadian yang paling dominan adalah pohon tumbang.

“Sebanyak 79 lokasi terdampak pohon tumbang, disusul kerusakan akses jalan di 39 titik, rumah rusak di 25 lokasi, serta gangguan jaringan listrik di 25 titik,” kata Agustinus Ruruh Haryanta saat dikonfirmasi, Sabtu (27/12).

Selain itu, BPBD DIY juga mencatat adanya kerusakan jaringan komunikasi di satu lokasi, kandang ternak di empat titik, serta satu kantor koperasi. Dampak lainnya berupa kerusakan makam di tiga lokasi, talud di dua titik, serta pekarangan rumah warga.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Menurut Haryanta, bencana yang terjadi meliputi banjir atau genangan air serta tanah longsor yang tersebar di delapan lokasi. Ia menambahkan, proses evakuasi warga sempat dilakukan di Kapanewon Sanden akibat banjir yang menggenangi permukiman.

“Sebagai catatan, dilakukan evakuasi warga di Kapanewon Sanden karena banjir,” ujarnya.

Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah berikutnya dengan dampak cuaca ekstrem yang cukup signifikan. BPBD DIY mencatat kejadian di tujuh titik yang tersebar di Kecamatan Tanjungsari, Wonosari, dan Playen. Dampak tersebut meliputi pohon tumbang, banjir atau genangan, rumah rusak, akses jalan terdampak, hingga fasilitas pendidikan dan tempat usaha.

Sementara itu, Kabupaten Kulon Progo mengalami dampak di tujuh titik yang berada di Kecamatan Girimulyo dan Kokap. Kerusakan yang terjadi antara lain longsor, rumah rusak, serta akses jalan yang terganggu.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Haryanta menyampaikan, wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta dilaporkan nihil kejadian. Ia menegaskan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG DIY telah disampaikan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari sebagai langkah antisipasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda