Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demo Tolak Wajib Militer Yahudi Ultra-Ortodoks Kembali Ricuh

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:14 WIB

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:14 WIB

25 Views ㅤ

Polisi Israel bentrok dengan Yahudi Ultra Ortodoks yang menolak perintah wajib militer. (Foto: Anadolu Agency)

Yerusalem, MINA – Kerusuhan hebat kembali terjadi di di Israel yang melibatkan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di luar kantor polisi di Yerusalem dan Beit Shemesh.

Surat Kabar Israel, Maariv, melaporkan para pemukim mengatakan mereka diserang secara brutal selama bentrokan tersebut, sementara polisi mengklaim mereka mengerahkan kekuatan dan tindakan pengendalian massa untuk membubarkan demonstrasi dan mengevakuasi para demonstran dari lokasi tersebut.

Penindakan polisi dilaporkan menyusul penangkapan yang dilakukan selama protes terhadap Ketua Mahkamah Agung, Hakim Noam Solberg. Di Beit Shemesh, para demonstran juga dilaporkan melempari petugas polisi dengan batu.

Protes tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Israel terkait wajib militer bagi Yahudi Haredi, menyusul putusan Mahkamah Agung yang mewajibkan mahasiswa yeshiva untuk bertugas di pasukan pendudukan Israel dan menangguhkan pendanaan untuk lembaga-lembaga keagamaan yang menolak patuh.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Isu ini telah menjadi salah satu perpecahan internal yang paling kontroversial di entitas Israel, dengan kelompok-kelompok Haredi terus mengorganisir demonstrasi menentang tindakan peradilan dan kepolisian, serta penangkapan para penghindar wajib militer.

Maariv menyebut protes ultra-Ortodoks dan perilaku mereka sebagai “noda”, mencatat bahwa tentara Israel tewas setiap hari di Lebanon sementara pasukan cadangan menanggung beban yang tak tertahankan.

Polisi dituduh selalu lemah dan menghindar dalam menangani pelanggaran ketertiban umum oleh kelompok ultra-Ortodoks. []

 

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina