Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demokrat Resmi Menang di Pemilu Sela AS, Republik Kehilangan Dominasi di Kongres

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 20 jam yang lalu

20 jam yang lalu

22 Views ㅤ

ilustrasi Pemilu AS (foto: Ist)

Washington, MINA – Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11). Hasil itu membuat partai tersebut menguasai dua kamar Kongres sekaligus, DPR dan Senat, dan menjadi pukulan politik bagi Partai Republik serta tantangan baru bagi Presiden Donald Trump.

Dalam pemilu ini, seluruh 435 kursi DPR dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan, termasuk pemilihan khusus di Florida dan Ohio. Dua kursi itu kosong setelah Marco Rubio dan JD Vance meninggalkan Senat untuk bergabung dalam pemerintahan Trump. Al-Jazeera melaporkan.

Demokrat telah memenangkan 228 kursi dan masih unggul di 34 kursi lainnya. Angka itu berpotensi mengantar Demokrat melewati 260 kursi, terbanyak sejak 1990. Sebelumnya, hasil pemilu 2024 memberi Republik 220 kursi dan Demokrat 215 kursi.

Di Senat, Demokrat melaporkan telah mengamankan 54 kursi dan unggul di satu kursi lain, sedangkan Republik meraih 44 kursi. Kemenangan itu mencakup kursi-kursi Republik yang berhasil direbut di Texas, Carolina Selatan, Iowa, Michigan, dan Kansas.

Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

Ambang kendali Senat adalah 51 kursi. Di Texas, James Talarico mengalahkan Ken Paxton, sementara di Carolina Utara, mantan gubernur Roy Cooper mengalahkan Michael Whatley.

Kemenangan ini mengakhiri dominasi Republik di Washington. Sebelumnya, partai itu menguasai Gedung Putih, Senat, dan DPR setelah memenangi pemilu 2024. Dengan mayoritas di Kongres, Demokrat kini memiliki kewenangan lebih besar untuk mengawasi dan menyelidiki pemerintahan Trump, termasuk menggunakan kendali anggaran.

Secara historis, partai penguasa memang cenderung kehilangan kursi dalam pemilu sela. Dalam 18 dari 20 pemilu sela periode 1946 hingga 2022, pemilih mengambil kursi DPR dari partai yang berkuasa. Meski nama Trump tidak tertera di surat suara, hasil kali ini dinilai sebagai penilaian publik atas kinerjanya.

Hasil pemilu ini turut memengaruhi pasar. Pelaku pasar menakar kemungkinan Kongres baru menekan Trump mencari jalan keluar dari perang Iran, sehingga harga minyak dunia sempat tertekan dan membukukan penurunan mingguan yang tajam. []

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp362,6 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Meski Trump Klaim Sudah Dihancurkan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda