Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Isyaratkan Rombak Kabinet Usai Kekalahan Republik

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 19 jam yang lalu

19 jam yang lalu

15 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump. (Foto: The White House)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang melakukan perombakan terbatas di jajaran kabinetnya setelah Partai Republik kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres dalam pemilu sela, pekan ini.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan CBS News baru-baru ini. Saat ditanya apakah ia berencana memberhentikan sejumlah pejabat, Trump membenarkan adanya kemungkinan tersebut. Ia menyebut perubahan yang dilakukan hanya berskala kecil.

Trump menegaskan tetap menyukai para anggota kabinetnya dan menilai mereka bekerja baik. Namun, ia tidak menutup kemungkinan ada pergantian di beberapa posisi.

Sebelumnya, pada Jumat (6/11), Trump mengumumkan lewat unggahan di Truth Social bahwa Stephen Miller akan menggantikan Susie Wiles sebagai Kepala Staf Gedung Putih mulai Senin.

Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

Miller sebelumnya menjabat wakil kepala staf. Menurut Gedung Putih, Miller adalah kepala staf ke-33, sedangkan Wiles akan dialihkan ke tim politik Trump.

Miller dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Trump sekaligus tokoh utama di balik agenda imigrasi pemerintahan Trump. Axios menilai penunjukan Miller dapat menandai pergeseran strategi karena ia condong pada pendekatan yang lebih keras terkait perang Iran dan imigrasi.

Pergantian itu disebut sebagai perombakan paling signifikan di tim Trump sejak hasil pemilu sela keluar. Pada pemilu yang digelar 3 November tersebut, Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat, sehingga mengakhiri dominasi Republik di Kongres.

Dengan Kongres di tangan oposisi, Trump kini menghadapi pengawasan dan penyelidikan yang lebih ketat. Para pengamat akan mencermati siapa saja pejabat kabinet yang akan diganti, serta apakah perubahan tersebut berdampak pada arah kebijakan pemerintah, termasuk soal perang Iran.[]

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp362,6 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Meski Trump Klaim Sudah Dihancurkan

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda