Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang melakukan perombakan terbatas di jajaran kabinetnya setelah Partai Republik kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres dalam pemilu sela, pekan ini.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan CBS News baru-baru ini. Saat ditanya apakah ia berencana memberhentikan sejumlah pejabat, Trump membenarkan adanya kemungkinan tersebut. Ia menyebut perubahan yang dilakukan hanya berskala kecil.
Trump menegaskan tetap menyukai para anggota kabinetnya dan menilai mereka bekerja baik. Namun, ia tidak menutup kemungkinan ada pergantian di beberapa posisi.
Sebelumnya, pada Jumat (6/11), Trump mengumumkan lewat unggahan di Truth Social bahwa Stephen Miller akan menggantikan Susie Wiles sebagai Kepala Staf Gedung Putih mulai Senin.
Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih
Miller sebelumnya menjabat wakil kepala staf. Menurut Gedung Putih, Miller adalah kepala staf ke-33, sedangkan Wiles akan dialihkan ke tim politik Trump.
Miller dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Trump sekaligus tokoh utama di balik agenda imigrasi pemerintahan Trump. Axios menilai penunjukan Miller dapat menandai pergeseran strategi karena ia condong pada pendekatan yang lebih keras terkait perang Iran dan imigrasi.
Pergantian itu disebut sebagai perombakan paling signifikan di tim Trump sejak hasil pemilu sela keluar. Pada pemilu yang digelar 3 November tersebut, Partai Demokrat berhasil merebut kendali DPR dan Senat, sehingga mengakhiri dominasi Republik di Kongres.
Dengan Kongres di tangan oposisi, Trump kini menghadapi pengawasan dan penyelidikan yang lebih ketat. Para pengamat akan mencermati siapa saja pejabat kabinet yang akan diganti, serta apakah perubahan tersebut berdampak pada arah kebijakan pemerintah, termasuk soal perang Iran.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic