DIN SYAMSUDIN: MUI TOLAK SEGALA BENTUK EKSTRIMISME

Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. Photo By :Hadis/MINA
Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. Photo By :Hadis/MINA
Ketua MUI, Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA. Photo By :Hadis/MINA

 

Surabaya, 11 Dzulqa’dah 1436/26 Agustus 2015  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak segala bentuk ekstrimitas dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan budaya. Watak Islam, sejati bersifat wasathiyyah (moderat) dan menolak segala bentuk ekstrimitas. MUI akan mengajukan konsep dan wawasan wasathiyyah ini kepada pemerintah RI dan dunia internasional.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat, Din Syamsudin, menyatakan, Islam wasathiyyah yang menolak segala bentuk ekstrimitas sangat strategis untuk menghadapi global damage (kehancuran global) seperti kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.

“Saat ini, dunia sedang bangkit untuk mencari solusinya,” tutur mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu.  Menurutnya, dengan pemahaman Islam wasathiyyah, Indonesia dapat mewujudkan negara bangsa (nation state) yang berkeadilan dan berkeadaban,” kata Din Syamsuddin saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional IX MUI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Pemahaman wasathiyyah dapat mewadahi berbagai macam pandangan, watak, pemikiran, dan wawasan yang berkembang dan hidup di Indonesia, demikian situs DMI diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.

“Saat ini, pembicaraan dunia sedang menegaskan umat manusia menuju ke jalan tengah, the middle way, the middle path. Ajaran Islam adalah diinul rahmah wal salamah, diinul hadaroh, ummatan wasatho. Islam itu sangat menekankan keseimbangan, the unity of creation, existence and knowledge,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, pada Agustus 2015 ini terdapat empat tema besar yang diselenggarakan di Indonesia, yakni Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama (NU), Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah dan Islam Wasathiyyah yang diusung MUI, serta muktamar Mathlaul Anwar.

“Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu bingung dengan istilah-istilah itu, karena seungguhnya hanya visi dari masing-masing organisasi di Indonesia,” ucapnya.

Bahkan, Presiden Jokowi, lanjutnya, menyempatkan hadir di empat muktamar ormas Islam dalam bulan Agustus ini, mulai dari muktamar NU di Jombang, muktamar Muhammadiyah di Makassar, muktamar Mathlaul Anwar di Serang dan muktamar MUI di Surabaya.

Munas IX MUI ini mengambil tema Islam Wasathiyah Untuk Dunia Yang Berkeadilan dan Berkemajuan, diselenggarakan di Hotel Garden Palace, Surabaya, sejak tanggal 24 sampai 27.  Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo dan rencananya akan ditutup oleh Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla. (T/P002/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0