Muscat, MINA – Setelah berbulan-bulan diwarnai tekanan politik dan militer, Washington dan Teheran akhirnya menyepakati pertemuan diplomatik di Muscat, Oman yang akan berlangsung Jumat (6/2) sebagai langkah awal membuka kembali dialog nuklir.
Al-Jazeera melaporkan, Jumat (5/2), pertemuan itu terjadi di tengah upaya terakhir menghindari eskalasi militer di kawasan Teluk yang semakin tinggi.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 waktu setempat, menurut pengumuman Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan rasa terima kasihnya kepada otoritas Oman atas fasilitasi pertemuan tersebut.
Pihak Iran bersikeras agar fokus utama negosiasi hanya pada persoalan program nuklirnya, menolak untuk membahas isu-isu lain seperti kemampuan rudal balistik ataupun dukungan terhadap kelompok-kelompok non-negara di kawasan.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Sementara Washington pada awalnya menekan agar agenda pertemuan diperluas, termasuk cakupan pembahasan kemampuan pertahanan Teheran dan catatan hak asasi manusia, namun setelah tekanan diplomatik, kesepakatan sementara tercapai mengenai fokus negosiasi.
AS sendiri telah mengerahkan kekuatan militer di kawasan Teluk sebagai bentuk tekanan terhadap Iran, termasuk penempatan kapal induk dan unsur-unsur angkatan laut lainnya. Ketegangan meningkat setelah insiden-insiden militer, termasuk penembakan sebuah drone Iran oleh jet tempur AS.
Diplomat senior AS, termasuk duta khusus Iran Steve Witkoff, diperkirakan akan memimpin delegasi Washington dalam negosiasi ini, sementara dari pihak Iran dipimpin oleh Araghchi. Beberapa negara regional sebelumnya telah mencoba menjadi mediator untuk mendorong dialog antara kedua pihak.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah berlangsung lama sejak revolusi Iran 1979 yang menghentikan hubungan diplomatik kedua negara. Upaya negosiasi program nuklir Iran sebelumnya juga melibatkan berbagai negara dan mediator internasional, termasuk pertemuan-pertemuan tidak langsung di Oman dan Italia pada tahun 2025.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Perundingan-perundingan tersebut berfokus pada pembatasan pengayaan uranium Iran dan imbalannya berupa pencabutan sanksi ekonomi, namun perbedaan yang tajam kerap menyebabkan jalan buntu. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic