Gaz, MINA – Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Dr. Mohammad Abu Salmiya, memperingatkan sekitar 1,6 juta warga Gaza terancam kelaparan dan malnutrisi akibat krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Middle East Monitor, Abu Salmiya mengatakan 1,6 juta warga Gaza terancam kelaparan dan malnutrisi, termasuk sekitar 74.000 anak yang mengalami berbagai tingkat malnutrisi serta 25.000 perempuan hamil yang berisiko menderita anemia berat.
Ia menjelaskan, meningkatnya angka kelaparan dan malnutrisi di Gaza telah memberikan tekanan luar biasa terhadap layanan kesehatan yang sudah lumpuh akibat genosida Zionis Israel dan blokade berkepanjangan.
Menurut Abu Salmiya, lonjakan kasus malnutrisi, penyebaran penyakit menular, kelangkaan obat-obatan dan perlengkapan medis, serta terbatasnya sarana transportasi telah mendorong sistem kesehatan Gaza menuju kehancuran total.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Rumah sakit di Gaza, lanjutnya, setiap hari terus menerima puluhan korban syahid dan terluka akibat serangan militer Zionis Israel.
Banyak korban mengalami luka berat yang memerlukan operasi khusus, sementara sejumlah anak terpaksa menjalani amputasi karena keterlambatan penanganan dan minimnya pasokan obat-obatan serta alat kesehatan.
Abu Salmiya juga mengungkapkan sekitar 70 persen ambulans di Gaza kini tidak dapat beroperasi akibat kekurangan ban, suku cadang, dan pelumas.
Kondisi tersebut menghambat proses evakuasi pasien, tenaga medis, maupun jenazah di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Di sisi lain, sekitar 4.000 pasien kanker di Gaza tidak dapat menjalani kemoterapi.
Tim medis mencatat antara empat hingga lima pasien kanker meninggal setiap hari karena tidak memperoleh pengobatan yang diperlukan.
Krisis obat-obatan juga berdampak pada pasien cuci darah yang kekurangan hormon dan obat esensial.
Sementara itu, kelangkaan pena insulin bagi anak-anak penderita diabetes menyebabkan meningkatnya jumlah pasien yang harus dirawat di unit perawatan intensif akibat komplikasi serius.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Abu Salmiya mendesak masyarakat internasional segera mengambil langkah nyata untuk membuka akses masuk bantuan medis dan kemanusiaan melalui perlintasan Gaza.
Menurutnya, tenaga kesehatan kini semakin tidak mampu memberikan perawatan yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa para pasien karena keterbatasan sumber daya yang sangat parah.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic