Jakarta, MINA – Pakistan mengakui bahwa perannya sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran bukanlah tugas yang mudah. Selain menghadapi ketidakpercayaan historis antara kedua negara, Pakistan juga harus mewaspadai adanya pihak-pihak yang berusaha menggagalkan proses perdamaian.
“Karena ini bukan hanya tentang AS dan Iran, semua negara di kawasan ini juga merupakan pemangku kepentingan utama dalam proses perdamaian ini,” ujar Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri di Jakarta, Jumat (26/6).
Chaudhri juga mengatakan, tantangan terbesar dalam mediasi ini adalah membangun kepercayaan antara AS dan Iran yang telah puluhan tahun tidak memiliki komunikasi resmi.
“Tantangan terbesar, tantangan utama adalah ketidakpercayaan antara Amerika Serikat dan Iran. Karena kita berbicara tentang dua negara yang sudah lama tidak berbicara satu sama lain dan tidak memiliki komunikasi sama sekali,” ujarnya.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Meski menghadapi tantangan berat, Chaudhri optimistis bahwa Pakistan telah berhasil memainkan perannya sebagai mediator.
Pakistan telah melibatkan semua negara di Timur Tengah serta negara-negara lain yang berkepentingan, termasuk China, dalam proses diplomasi ini.
Chaudhri berharap upaya diplomatik yang terus-menerus ini akan membuahkan perdamaian abadi di Timur Tengah. Meskipun prosesnya sulit, Pakistan berkomitmen untuk terus terlibat demi mencapai tujuan tersebut.
Konflik antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang memicu pembalasan Iran hingga penutupan Selat Hormuz.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Pekan lalu, kedua negara sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz, serta memberikan waktu 60 hari untuk negosiasi lanjutan yang baru-baru ini digelar di Burgenstock, Swiss.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic