Washington, MINA – Dukungan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menghadapi tekanan dari sebagian pemilih Republik menjelang pemilu sela November 2026.
Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan popularitas Trump merosot, terutama akibat persoalan biaya hidup dan perang Iran yang berkepanjangan.
Survei Ipsos yang ditutup pada 24 Agustus menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump hanya mencapai 33 persen, sementara 64 persen responden menyatakan tidak menyetujui.
Angka tersebut menjadi salah satu titik terendah kepresidenannya. Dukungan terhadap perang AS melawan Iran juga turun menjadi 31 persen, dari 37 persen pada Maret. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (30/8).
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Tekanan tersebut mulai terasa di kalangan Republik. Dalam survei Ipsos, dukungan pemilih Republik terhadap perang Iran turun menjadi 69 persen, dibandingkan 77 persen pada Maret.
Sebanyak 83 persen warga AS juga memperkirakan perang tersebut akan berlangsung dalam waktu lama, sementara kenaikan harga bensin semakin membebani rumah tangga Amerika.
Namun, kondisi tersebut belum berarti basis inti meninggalkan Trump. Survei Economist/YouGov pada 14-17 Agustus mencatat 95 persen pemilih Republik yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Trump masih menyetujui kinerja Trump.
Persoalan ekonomi menjadi salah satu titik rawan bagi Partai Republik. Survei Ipsos menunjukkan hanya separuh pemilih Republik yang menyetujui penanganan Trump terhadap biaya hidup.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Secara keseluruhan, 36 persen pemilih menilai Partai Demokrat lebih mampu menangani biaya hidup, berbanding 28 persen yang memilih Partai Republik. Selisih delapan poin itu menjadi keunggulan terbesar Demokrat dalam isu tersebut sejak pertanyaan itu mulai diajukan pada Oktober 2025.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi Partai Republik menjelang pemilu sela 3 November. Selain harus mempertahankan pengaruh Trump di basisnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic