Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dunia Menggema Kecam Langkah Militer AS di Venezuela

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 4 Januari 2026 - 23:33 WIB

Ahad, 4 Januari 2026 - 23:33 WIB

13 Views ㅤ

Dewan Keamanan PBB. (Quds Pess)

Caracas, MINA— Setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istri, gelombang kecaman dari komunitas internasional terus menguat.

Reaksi tajam datang dari berbagai pemimpin dunia yang menyebut langkah Washington sebagai aksi yang melampaui batas dan melanggar hukum internasional serta prinsip non-intervensi. MEMO melaporkan, Ahad (4/1).

Beberapa pemimpin di Amerika Latin, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menilai serangan dan penangkapan itu sebagai “pelanggaran serius” terhadap kedaulatan Venezuela dan mencederai hubungan antarnegara di kawasan. Lula menyerukan agar Dewan Keamanan PBB merespons secara tegas untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Tak hanya itu, Pemerintah Chile dan Meksiko juga menyatakan kecaman mereka melalui pernyataan resmi, menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog damai dan menghormati Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keduanya menyerukan de-escalation serta penekanan pada penyelesaian melalui diplomasi multilateral.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Negara-negara sahabat Maduro seperti Kuba dan Bolivia mengecam operasi Amerika Serikat sebagai “teror negara” dan pelanggaran yang tidak dapat diterima, serta meminta komunitas internasional mengambil tindakan untuk mendukung kedaulatan Venezuela dan menghentikan kekerasan tersebut.

Selain itu, kekuatan besar seperti China dan Rusia juga mengecam keras langkah Washington. Beijing menilai penggunaan kekuatan oleh AS merupakan pelanggaran prinsip hukum internasional dan mengancam perdamaian di wilayah Amerika Latin dan Karibia, sementara Moskow menyebutnya sebagai “agresi bersenjata” yang harus dihentikan.

Kecaman internasional ini muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer di wilayah Venezuela dan menangkap Maduro, menyusul tuduhan terhadapnya terkait narkotika dan aktivitas ilegal lainnya.

Penangkapan ini memicu polemik global tentang legalitas intervensi militer lintas batas dan ancaman terhadap prinsip asas kedaulatan negara dalam hukum internasional, sehingga memicu seruan kuat bagi penyelesaian damai dan penghormatan terhadap norma internasional. []

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia