New Delhi, MINA – Mayor Jenderal (Purn) Angkatan Darat India, Gagan Deep Bakshi menilai kerja sama pertahanan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi dapat menjadi ancaman strategis bagi India. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ketiga negara menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah pada 7 Agustus 2026.
Bakshi menilai kedekatan militer ketiga negara berpotensi membentuk kekuatan baru di kawasan yang dapat mengubah keseimbangan strategis. Ia bahkan menggambarkan kemungkinan munculnya semacam “NATO Sunni” yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius New Delhi. Times of Indoa melaporkan, Sabtu (22/8).
Perjanjian Makkah menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyebut mekanisme pertahanan bersama tersebut secara teknis memiliki kemiripan dengan Pasal 5 NATO. Namun, Fidan menegaskan perjanjian itu tidak ditujukan untuk menghadapi Iran.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Bagi India, keterlibatan Pakistan dalam pakta tersebut menjadi perhatian khusus karena hubungan kedua negara masih diwarnai persaingan keamanan dan konflik berkepanjangan. India sendiri sebelumnya menyatakan terus mencermati perkembangan perjanjian pertahanan trilateral tersebut.
Bakshi juga menilai hubungan India dengan Iran tetap memiliki arti strategis. Menurutnya, Iran dapat menjadi salah satu penyeimbang terhadap Pakistan, sementara China dan Pakistan dipandang sebagai tantangan keamanan utama bagi India.
Pandangan tersebut mencerminkan kekhawatiran sebagian kalangan strategis India terhadap perubahan konfigurasi kekuatan di kawasan.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai India tidak perlu langsung melihat pakta tersebut sebagai ancaman militer. Perjanjian itu juga dipandang sebagai upaya Arab Saudi memperluas kemitraan keamanannya, Turki memperkuat peran regional, dan Pakistan memperluas hubungan pertahanannya dengan Riyadh dan Ankara. Ketiga negara juga berencana memperdalam kerja sama industri pertahanan dan latihan militer bersama. []
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic