Kabul, MINA – Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa kekurangan air dan suhu di atas rata-rata memberikan tekanan yang semakin besar terhadap tanaman musim panas dan lahan penggembalaan di seluruh Afghanistan.
Dilansir dari Ariana News pada Rabu (12/8), dalam tinjauan bulan Agustus 2026 untuk musim pertanian Afghanistan tahun 2026/27, FAO menilai kondisi dan prospek saat ini dengan menggunakan prakiraan iklim, data penginderaan jauh, serta konsultasi dengan komunitas petani di ke-34 provinsi.
Badan tersebut menyatakan bahwa kekurangan air yang berkepanjangan, ditambah dengan suhu tinggi, berdampak pada kondisi pertanian selama musim panas serta meningkatkan tekanan terhadap tanaman dan ternak.
FAO juga memperingatkan bahwa harga pupuk yang terus tinggi dapat membatasi kemampuan petani untuk berinvestasi pada musim gandum musim dingin mendatang, yang berpotensi memengaruhi prospek produksi.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
Menatap ke depan, laporan tersebut menyebutkan bahwa penguatan fenomena El Nino dan kemungkinan terbentuknya Indian Ocean Dipole (IOD) positif dapat membawa curah hujan di atas rata-rata selama musim dingin dan musim semi.
Kondisi semacam itu dapat meningkatkan ketersediaan air dan memperbaiki prospek produksi pertanian. Namun, FAO mengingatkan bahwa curah hujan yang lebih tinggi juga dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, kerusakan tanaman, dan kerugian ternak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
















Mina Indonesia
Mina Arabic