Fintech Space Pertama di Indonesia Mulai Beroperasi Juni Mendatang

(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) meresmikan kemitraannya dengan UnionSpace untuk mendorong perkembangan industri teknologi finansial (tekfin) melalui penyediaan Fintech Space, merupakan ruang kolaborasi khusus tekfin, yang pertama di Indonesia.

CEO UnionSpace Albert Goh mengatakan, UnionSpace merupakan platform masa depan untuk bekerja dan berkolaborasi. Platform ini tidak hanya menyediakan ruang untuk bekerja, namun hadir sebagai wadah kolaborasi yang turut membangun ekosistem bisnis guna mengakselerasi kegiatan wirausaha positif.

“Kami antusias untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem bisnis di Indonesia, salah satunya di industri tekfin. Kami percaya Indonesia akan menjadi salah satu motor bagi pertumbuhan pasar Asia Tenggara,” kata Albert dalam Peluncuran Fintech Space di Jakarta, Kamis (18/1).

Dia menyebutkian kehadiran Fintech Space dapat mendukung kemajuan tekfin yang begitu pesat dan gelombang kebangkitan wirausaha di bidang tekfin yang begitu besar di Indonesia.

Fintech Space yang ditargetkan dapat beroperasi resmi mulai Juni 2018 ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara para pemangku kepentingan bidang tekfin, meliputi para anggota asosiasi, regulator, perusahaan keuangan, perusahaan modal ventura, serta perusahaan rintisan.

Direktur Eksekutif Kebijakan Publik AFTECH Aji Satria Suleiman mengatakan, saat ini AFTECH merupakan asosiasi bagi industri tekfin dengan 137 anggota, yang terdiri dari 114 perusahaan rintisan dan 23 lembaga keuangan.

Menurutnya, Fintech Space dapat menjadi tempat untuk berkolaborasi dan mematangkan dua pilar utama kami, yaitu advokasi regulasi dan peningkatan kapasitas komunitas.

“Pilar komunitas merupakan pilar yang krusial di mana 78% anggota asosiasi telah berkolaborasi. Untuk itu, kami berharap Fintech Space dapat mengakselerasi inovasi dan memperkuat kolaborasi di antara para pelaku industri tekfin,” ujar Aji.

Secara khusus, Fintech Space akan menjadi tempat terselenggaranya sejumlah aktivitas komunitas tekfin dalam bentuk sesi edukasi dan berbagi pengetahuan untuk mendukung peningkatan kapasitas para pelaku usaha.

Lebih jauh Aji mengharapkan Fintech Space dapat menjadi tempat berkolaborasi, bertukar gagasan dan solusi, sebagai sarana untuk melahirkan inovasi-inovasi baru, serta menjadi pusat pengembangan jejaring untuk mempercepat pertumbuhan industri tekfin di Indonesia.

Indonesia berada dalam momentum yang terbangun berkat perkembangan teknologi dan pertumbuhan perusahaan rintisan yang terjadi dengan sangat pesat di Asia Tenggara.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan tertinggi di kawasan ini dan diperkirakan akan mencapai jumlah 13.000 pada tahun 2020 mendatang.(L/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)