Gaza, MINA – Sedikitnya 10 warga Palestina tewas dalam dua serangan Israel di Jalur Gaza, Rabu (19/8), termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun.
Serangan tersebut terjadi ketika upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mempertahankan gencatan senjata Gaza masih menghadapi berbagai hambatan. Wafa melaporkan, Kamis (20/8).
Sembilan korban dilaporkan tewas ketika serangan Israel menghantam sebuah kantor polisi di kawasan Tuffah, Gaza City. Menurut sumber medis setempat, para korban termasuk sejumlah anggota kepolisian dan anak-anak. Belasan orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan lainnya terjadi di sekitar Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, dan menewaskan satu warga Palestina. Militer Israel mengklaim serangan di kedua lokasi menyasar anggota Hamas yang disebut terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 atau sedang merencanakan serangan terhadap pasukan Israel.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Serangan terbaru tersebut menambah kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Oktober 2025. Kekerasan masih terjadi meski Amerika Serikat tengah berupaya mendorong negosiasi lanjutan.
Utusan AS Jared Kushner sebelumnya melakukan pembicaraan dengan pihak Israel dan Hamas dalam upaya mencari jalan keluar dari kebuntuan.
Di tengah situasi tersebut, Hamas menuduh Israel terus melakukan pelanggaran dan menilai serangan terhadap wilayah padat penduduk semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.
Sementara itu, Israel mempertahankan klaim bahwa operasi militernya ditujukan kepada kelompok bersenjata dan bukan warga sipil.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Perkembangan ini kembali menyoroti beratnya situasi warga sipil Gaza, khususnya anak-anak, yang tetap menghadapi risiko kekerasan meski gencatan senjata secara nominal masih berlaku.
Laporan UNICEF juga menunjukkan anak-anak Gaza masih menjadi korban kekerasan, pengungsian, kelaparan, dan runtuhnya layanan dasar akibat konflik berkepanjangan. []
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic