Jakarta, MINA – Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran menyusul meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah. Sebanyak 22 WNI yang menjadi gelombang pertama evakuasi telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (10/3) sore.
Kedatangan para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Pemerintah memastikan proses pemulangan dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap warga Indonesia di tengah eskalasi perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Kementerian Luar Negeri, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dari Teheran menuju negara tetangga sebelum para WNI melanjutkan perjalanan udara ke Indonesia. Jalur ini dipilih karena situasi keamanan dan pembatasan penerbangan di sejumlah wilayah konflik di Timur Tengah.
Pemerintah menyatakan evakuasi akan dilakukan secara bertahap. Selain 22 orang yang sudah tiba, sekitar 10 WNI lainnya dijadwalkan menyusul dalam gelombang berikutnya, sementara puluhan warga Indonesia lainnya telah mendaftarkan diri untuk direpatriasi.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Sebagian besar WNI yang dievakuasi berasal dari kalangan pelajar, pekerja, hingga wisatawan yang berada di Iran ketika situasi keamanan memburuk. Kementerian Luar Negeri juga mengimbau warga Indonesia untuk menunda perjalanan ke kawasan yang terdampak konflik sampai situasi dinyatakan aman.
Konflik di kawasan tersebut sendiri meningkat sejak akhir Februari 2026 setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran memicu balasan serangan rudal dan drone dari Teheran.
Eskalasi ini menyebabkan gangguan transportasi, penutupan wilayah udara, serta mendorong banyak negara mengevakuasi warganya dari kawasan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic