Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Global Sumud Flotilla Kerahkan 54 Kapal dari Turki ke Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 14 Mei 2026 - 23:28 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:28 WIB

90 Views

Global Sumud Flotilla (Photo: IG)

Marmaris, MINA – Global Sumud Flotilla dijadwalkan berlayar pada Kamis (14/5) dari kota pesisir Mediterania, Marmaris, dalam upaya internasional terbaru untuk mematahkan blokade Israel yang diberlakukan di Jalur Gaza, dengan partisipasi 54 kapal dan lebih dari 500 aktivis internasional serta pendukung solidaritas.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan oleh beberapa anggota dewan direksi armada di Marmaris, termasuk Saif Abu Kishk, yang menegaskan bahwa upaya global untuk menantang blokade akan terus berlanjut meskipun ada ancaman berulang dari Israel.

Abu Kishk mengatakan Israel tidak menghormati hak asasi manusia atau hukum internasional dan menambahkan bahwa para aktivis telah memutuskan untuk terus mengorganisir misi mematahkan blokade setelah mempertimbangkan skala penderitaan yang dialami warga Palestina dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyatakan bahwa 54 kapal akan berangkat dari Marmaris menuju Gaza, termasuk lima kapal yang berafiliasi dengan Freedom Flotilla Coalition, membawa peserta dari berbagai negara.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Menurut Abu Kishk, Israel memberlakukan apa yang disebutnya sebagai genosida lambat terhadap warga Palestina di Gaza melalui kebijakan kelaparan yang disengaja, di samping proyek kolonial yang bertujuan untuk mengusir warga Palestina di Tepi Barat.

Inisiatif ini menyusul operasi militer Israel yang dilakukan pada 29 April di perairan internasional dekat pulau Kreta, Yunani, yang menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Sumud Flotilla.

Misi terbaru ini adalah bagian dari serangkaian upaya internasional untuk menantang blokade yang diberlakukan di Gaza sejak 2007, yang telah berkontribusi pada krisis kemanusiaan yang semakin dalam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda