Jakarta, MINA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama untuk berperan aktif mewarnai perkembangan Artificial Intelligence (AI) dengan konten keagamaan yang mencerahkan, moderat, dan berintegritas. Hal itu dikatakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) di Jakarta, Sabtu (3/1).
Menag menegaskan ASN Kemenag tidak boleh menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang cepat, kompleks, dan penuh ketidakpastian, tetapi harus memberi warna substansi AI dengan nilai keagamaan.
“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan,” ujar Menag.
Menurut Menag, pengembangan AI perlu dikawal agar tetap berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan serta menjadi sarana pemersatu dan penguat kerukunan umat.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
“Kita harus memastikan algoritma masa depan tidak hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan, sehingga AI menjadi alat pemersatu, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” tegasnya.
Menag juga meminta ASN Kemenag bertransformasi menjadi pribadi yang lincah, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif dalam melayani umat dengan empati dan integritas.
Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, yang diharapkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata seluruh jajaran Kemenag.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic