Gaza, MINA – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam sikap diam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di tengah terus berlanjutnya pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza.
Eskalasi yang mengubah jalan-jalan di Gaza Jadi “Stasiun Pembantaian,” ujarnya. Quds Press melaporkan, Rabu (8/7).
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan bahwa tentara Zionis telah meningkatkan operasi militernya di Jalur Gaza, mengubah jalan-jalan di daerah kantong itu menjadi “pembantaian harian yang tak berhenti” .
“Tentara penjajah melakukan eskalasi besar-besaran terhadap rakyat kami di Jalur Gaza, melalui penembakan terus menerus dan pembunuhan harian di jalan-jalan Gaza, yang telah berubah menjadi stasiun pembantaian,” ujar Qassem.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Qassem menilai bahwa pelanggaran sehari-hari yang dilakukan Israel telah menjadi kebijakan tetap, sebagai alternatif dari apa yang disebut sebagai rencana Presiden AS Donald Trump.
“Pembantaian terbuka yang disiarkan langsung ke komunitas internasional dan Liga Arab menempatkan semua pihak di hadapan tanggung jawab politik, moral, dan hukum mereka,” lanjutnya.
Hamas menuntut para mediator untuk mempertanggungjawabkan ketidakmampuan mereka dalam mewajibkan Israel menerapkan apa yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Korban Terus Bertambah
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Tentara Zionis melanjutkan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang ditandatangani pada 11 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa sejak awal gencatan senjata, jumlah korban jiwa telah mencapai 1.084 martir dan 3.491 luka-luka.
Secara total, jumlah warga Palestina yang gugur sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.110 martir, dengan 173.599 luka-luka. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic