Gaza, MINA – Seorang pejabat senior Hamas, Abdulrahman Shadid mengumumkan, pihaknya siap memasuki babak kedua negosiasi, namun menekankan bahwa kemajuan tergantung pada komitmen nyata Israel untuk melaksanakan ketentuan fase pertama perjanjian.
Seperti dikutip dari Palinfo, Senin (4/5), Shadid mengatakan tanggapan faksi-faksi perlawanan Palestina mencerminkan tanggung jawab dan fleksibilitas nasional dan merupakan apresiasi atas upaya mediasi.
Ia menegaskan bahwa Hamas tidak mengajukan prasyarat baru untuk negosiasi fase kedua selain apa yang telah disepakati.
Ia menyatakan bahwa untuk melanjutkan, Israel harus menghentikan pembunuhan harian di Jalur Gaza, mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk, dan mengizinkan warga Palestina yang terluka keluar melalui perbatasan Rafah sesuai dengan kesepakatan Sharm el-Sheikh.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Shadid mempertanyakan arti memasuki fase kedua sementara Israel, menurutnya, terus melanggar fase pertama melalui pembunuhan, kebijakan kelaparan dan pencegahan terhadap para korban luka untuk mendapatkan perawatan.
Mengenai persenjataan, ia menegaskan bahwa senjata perlawanan adalah hak fundamental rakyat Palestina dan tidak dapat dilepaskan selama tindakan pendudukan Israel masih berlanjut. Pada saat yang sama, ia mengatakan faksi-faksi Palestina bersedia membahas masalah ini dalam kerangka nasional yang bersatu yang melindungi hak-hak politik Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic