Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas menegaskan kembali kesiapannya untuk melaksanakan peta jalan Board of Peace untuk masa depan dan rekonstruksi Jalur Gaza.
Hamas menegaskan bahwa hambatan dalam pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata sepenuhnya berasal dari pemerintah Zionis Israel.
Dalam pernyataan pada Kamis (24/9), juru bicara Hamas Hazem Qassem mennyebut, penjajah Israel meningkatkan agresinya terhadap warga Gaza. Ia juga mengkritik Board of Peace dan direktur jenderalnya, Nickolay Mladenov, karena gagal menekan pemerintah Israel agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan peta jalan.
Qassem mendesak semua pihak untuk memfasilitasi masuknya komite teknokrat ke Jalur Gaza agar dapat menjalankan tugasnya terhadap penduduk dan melanjutkan pengerahan pasukan internasional.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Board of Peace pimpinan AS mempresentasikan rencana enam bulan senilai $2,45 miliar di New York pada Kamis (24/9) untuk memulai rekonstruksi dan pemerintahan di Jalur Gaza.
Proyek yang mencakup 66 inisiatif ini dipresentasikan pada 23 September di sela-sela Majelis Umum PBB.
Rencana tersebut mencakup inisiatif di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Prioritas lainnya termasuk pembangunan tempat penampungan kemanusiaan, perbaikan perumahan, program pendidikan dan ketahanan pangan.
Dokumen resmi menyatakan bahwa program-program tersebut dapat dimulai segera setelah pendanaan dan akses ke wilayah tersebut terjamin.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic