Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Minyak Dunia Melonjak, WTI Naik 3,6 Persen dan Brent Tembus USD93 per Barel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:17 WIB

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:17 WIB

29 Views ㅤ

Ilustrasi: eksplorasi minyak di lepas pantai (foto: ist)

Houston, MINA – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan akhir pekan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan naik sekitar 3,6 persen, sementara minyak Brent menembus level sekitar 93 dolar AS per barel. Investing.com melaporkan, Sabtu (7/3).

Kenaikan harga tersebut terjadi seiring meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berdampak pada stabilitas pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia. Pasar energi global merespons dengan kenaikan harga karena kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi minyak terbesar di dunia.

Analis energi menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik menjadi faktor utama lonjakan harga minyak. Investor khawatir konflik militer dapat mengganggu jalur distribusi energi penting, termasuk pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama di kawasan tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Beberapa lembaga keuangan bahkan memperingatkan harga minyak berpotensi meningkat lebih tinggi jika konflik terus berlanjut. Bank investasi Barclays memperkirakan harga minyak Brent dapat mencapai 120 dolar AS per barel apabila ketegangan di Timur Tengah tidak segera mereda.

Lonjakan harga minyak juga memicu kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi global serta gangguan pada sektor transportasi dan industri. Kenaikan harga energi biasanya berdampak langsung pada biaya produksi, harga bahan bakar, serta biaya logistik di berbagai negara.

Kawasan Timur Tengah memiliki peran strategis dalam perdagangan energi dunia, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Ketegangan militer di wilayah tersebut kerap memicu gejolak harga energi dunia karena potensi gangguan pada jalur distribusi minyak internasional. []

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional