Islamabad, MINA – Harga minyak dunia kembali melonjak pada Selasa (18/8) seiring melemahnya harapan akan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 27 sen, atau 0,3 persen, menjadi $91,14 per barel. Sementara futures US West Texas Intermediate (WTI) naik 42 sen menjadi $85,04 per barel. Daily Times melaporkan.
Kedua tolok ukur tersebut telah mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat tentang gangguan transportasi minyak.
Kekhawatiran tentang pasokan energi meningkat setelah Iran mengambil sikap militer yang lebih ofensif dan AS menolak memperpanjang perjanjian gencatan senjata sementara. Akibatnya, pasar khawatir konflik ini bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa upaya untuk mencapai kesepakatan permanen dengan Washington telah terhenti. Teheran kini akan beralih ke “posisi ofensif sepenuhnya” jika diplomasi terus gagal.
Sementara itu, kemajuan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur air strategis yang krusial bagi pengiriman minyak global, telah melambat. Data dari Kpler menunjukkan bahwa hanya lima kapal komoditas yang melintasi selat pada Sabtu (15/8), dan tidak ada kapal yang tercatat pada Ahad (16/8) , dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic