Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ke-8 Serangan AS ke Iran Targetkan Fasilitas Publik

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 19 Juli 2026 - 16:40 WIB

Ahad, 19 Juli 2026 - 16:40 WIB

23 Views ㅤ

Pesawat tempur AS (Foto: U.S. Central Command/X)

Teheran, MINA – Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya terhadap Iran untuk malam kedelapan berturut-turut dengan melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer dan pertahanan.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Farsnews melaporkan, Ahad (19/7).

CENTCOM menyebut sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara, lokasi penyimpanan rudal dan pesawat nirawak, fasilitas pengawasan pantai, serta posisi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Washington menegaskan operasi itu juga merupakan respons atas serangan Iran yang menewaskan dua personel militer Amerika Serikat di Yordania dan mengancam keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sementara itu, Iran membantah klaim mengenai besarnya dampak serangan tersebut dan menyatakan akan memberikan respons terhadap setiap aksi militer yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei juga menuduh Presiden AS Donald Trump melanggar kesepakatan yang pernah dicapai kedua negara dan memperingatkan akan adanya balasan yang tegas jika serangan terus berlanjut.

Eskalasi konflik turut memengaruhi stabilitas kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, sementara beberapa negara Teluk meningkatkan kesiagaan sistem pertahanan udaranya.

Ketegangan yang terus meningkat juga berdampak pada sektor energi dan pelayaran internasional. Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, kembali menjadi pusat perhatian setelah meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal komersial dan aktivitas militer di kawasan tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.

Di tengah memburuknya situasi, sejumlah negara, termasuk Uni Emirat Arab, kembali menyerukan penghentian eskalasi dan mendesak semua pihak mengedepankan jalur diplomasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda