Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan Sempat Putus karena Genosida Gaza, Kolombia Kini Bentuk Komisi Ekonomi dengan Israel

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:38 WIB

1643 Views ㅤ

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella. (Foto: Vietnam.VN)

Bogota, MINA – Pemerintahan baru Kolombia pada Jumat (7/8) mengumumkan pembentukan komisi ekonomi bilateral dengan Israel serta rencana kunjungan resmi. Langkah ini diambil setelah pemerintahan sebelumnya memutus hubungan akibat genosida di Gaza.

Wakil Presiden Jose Manuel Restrepo menyampaikan melalui platform media sosial AS, X, bahwa inisiatif tersebut, yang disepakati beberapa jam sebelum Presiden terpilih Abelardo de la Espriella resmi menjabat, mencakup pembentukan Komisi Ekonomi Bilateral Kolombia-Israel dan rencana kunjungan delegasi Kolombia pada Oktober. Anadolu melpaorkan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menyatakan mekanisme baru ini akan membuka peluang baru bagi investasi, teknologi, inovasi, dan talenta Kolombia.

Rencana kunjungan resmi tersebut diperkirakan akan fokus pada perluasan kerja sama di bidang perdagangan, inovasi, teknologi digital, dan investasi melalui Komisi Ekonomi Bilateral Kolombia-Israel yang baru dibentuk itu.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Pemerintahan Kolombia di bawah Presiden Gustavo Petro sebelumnya memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada Mei 2024 setelah ketegangan yang berlangsung selama berbulan-bulan; saat itu, Petro menyatakan tidak dapat mempertahankan hubungan dengan pemerintahan yang melakukan genosida.

Bogota juga telah melakukan intervensi dalam kasus genosida terhadap Israel yang diajukan oleh Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan didukung oleh sejumlah negara lain.

De la Espriella, yang dilantik sebagai presiden pada Jumat dalam sebuah upacara di kota Cali (wilayah barat daya), bulan lalu menyatakan bahwa pemerintahannya akan memulihkan hubungan diplomatik dan ekonomi sepenuhnya dengan Israel setelah menjabat, serta menarik intervensi Kolombia dalam kasus di ICJ tersebut.

Restrepo mengatakan para pejabat Kolombia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar dan delegasi Israel pada Jumat, menyebut pembicaraan tersebut sebagai awal dari “tahap baru” dalam hubungan bilateral. []

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda