Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imaam Yakhsyallah Beberkan Kunci Sukses dalam Mengasuh Anak

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:47 WIB

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:47 WIB

11 Views

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur

Bogor, MINA – Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menegaskan bahwa kunci utama  kesuksesan dalam mengasuh anak adalah keseimbangan antara kasih sayang dan pujian dalam pola asuh orang tua terhadap anak.

“Keluarga akan sukses jika orang tua mampu seimbang dalam kasih sayang dan pujian. Kekurangan kasih sayang atau kelebihan kasih sayang, keduanya bisa melahirkan masalah,” ujar Imaam Yakhsyallah saat membuka Seminar Parenting Islami bertajuk “Koneksi Emosional Ibu & Anak dalam Disiplin Belajar” yang diselenggarakan oleh Komunitas Khadijah Business Centre (KBC) di Kampus STAI Alfatah, Bogor, Sabtu (7/2).

Menurutnya, banyak persoalan anak dan keluarga berakar dari pola kasih sayang yang tidak proporsional.

Ia menjelaskan, anak bermasalah sering kali muncul bukan karena kurangnya teori pendidikan, melainkan karena kasih sayang yang tidak tepat. Ada anak yang tumbuh karena kekurangan perhatian, namun ada pula yang bermasalah karena terlalu dimanjakan.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

“Ada orang tua yang pusing karena anak minta ini-itu, tapi semua langsung dibelikan. Minta motor dibelikan, minta mobil dibelikan. Itu termasuk kelebihan kasih sayang,” jelasnya.

Sebaliknya, kata Imaam kurangnya kasih sayang juga berbahaya. Anak yang bangun tidur sementara orang tuanya sudah pergi bekerja dan pulang dalam keadaan lelah, berpotensi kehilangan kedekatan emosional.

“Memberikan kasih sayang itu harus proporsional,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Imaam Yakhsyallah juga menguraikan perbedaan konsep mawaddah dan rahmah dalam Islam. Menurutnya, mawaddah adalah cinta yang sering kali berangkat dari ketertarikan fisik atau kepentingan, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang murni tanpa pamrih.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

“Mawaddah itu ketika suami istri saling tertarik karena masih kuat, masih cantik, masih ganteng. Tapi rahmah itu kasih sayang karena iba, karena kepedulian. Orang tua menyayangi anak itu harus berdasarkan rahmah,” katanya.

Ia mengingatkan agar orang tua menyayangi anak tanpa kepentingan apa pun, semata-mata karena ibadah kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan tidak mengungkit-ungkit pengorbanan yang telah dilakukan.

Terkait sikap dalam mendidik anak, Imaam Yakhsyallah menekankan pentingnya memperbanyak pujian daripada celaan.

“Orang yang ingin mendapatkan kasih sayang, maka perbanyaklah memuji daripada mencela. Allah membolehkan mencela, tapi pada tempatnya. Pujian pun harus pada tempatnya,” ujarnya.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membeda-bedakan anak, baik yang berprestasi maupun yang bermasalah.

“Jangan anak yang hebat saja dipuji dan disayangi, sementara yang bermasalah diabaikan. Itu akan jadi masalah di kemudian hari. Sayangi semuanya, karena rahman dan rahim,” katanya.

Menutup penyampaiannya, Imaam Yakhsyallah mengajak para orang tua untuk tidak berputus asa dalam menghadapi anak-anak yang bermasalah.

“Yang dituntut dari kita adalah usaha. Hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT. Dengan kasih sayang yang benar, kita berharap mampu melahirkan generasi yang baik, bahkan generasi pembebas Masjid Al-Aqsha, Allahuakbar,” pungkasnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Umi Maghfiroh, M.Ag, yang akan membahas pentingnya aqidah sebagai benteng keluarga yang kokoh, serta Ibu Nori Candrawati, S.H, yang akan mengupas strategi membangun koneksi emosional ibu dan anak.

Seminar ini diselenggarakan oleh Khadijah Business Centre (KBC), wadah pemberdayaan perempuan yang terinspirasi dari sosok Sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha, teladan perempuan tangguh dalam kemandirian ekonomi dan dukungan terhadap dakwah Islam.

Melalui semangat Edukasi, Aksi, dan Dedikasi, KBC mendorong perempuan agar berdaya secara ekonomi dan berperan strategis dalam keluarga dan masyarakat, sekaligus mendukung tumbuhnya usaha lokal di bidang kuliner, fashion, dan jasa berbasis potensi perempuan.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Rekomendasi untuk Anda