Jakarta, MINA – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut kontribusi ekosistem ojek online (ojol) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai sekitar Rp565 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor transportasi dan layanan digital berbasis aplikasi kini menjadi salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia.
Menurut kajian yang disampaikan INDEF pada Rabu (3/6) kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari layanan transportasi penumpang, tetapi juga mencakup pengantaran makanan, logistik, perdagangan digital, serta berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar ekosistem platform daring.
Kehadiran jutaan mitra pengemudi dan pelaku usaha mikro dinilai telah menciptakan efek berganda yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
INDEF menilai perkembangan industri ojol telah membuka peluang kerja yang luas di tengah transformasi ekonomi digital. Selain menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat, sektor ini juga memberikan kesempatan kerja tambahan bagi mereka yang membutuhkan pendapatan fleksibel.
Ekosistem digital yang berkembang dalam satu dekade terakhir turut memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Besarnya kontribusi sektor ojol juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat.
Data berbagai lembaga menunjukkan bahwa layanan transportasi daring dan pesan-antar telah menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi modern, terutama setelah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam aktivitas perdagangan dan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Di sisi lain, para ekonom mengingatkan pentingnya menciptakan regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan perlindungan mitra pengemudi.
Isu mengenai kesejahteraan pengemudi, sistem kemitraan, perlindungan sosial, serta kepastian pendapatan masih menjadi perhatian yang perlu mendapat solusi berkelanjutan agar ekosistem digital dapat terus berkembang secara sehat.
Kontribusi sebesar Rp565 triliun tersebut menunjukkan bahwa sektor ojol kini tidak lagi sekadar layanan transportasi alternatif, melainkan telah menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi digital nasional.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026, keberadaan ekosistem ojol dinilai akan tetap memainkan peran strategis dalam mendorong konsumsi rumah tangga, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat aktivitas ekonomi berbasis teknologi di masa mendatang. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic