Jakarta, MINA – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi kuat dan mampu menjaga momentum positif ke depan, meskipun menghadapi tekanan global serta moderasi harga komoditas dan diperkirakan meningkat 5,4 persen pada 2026.
Menkeu menyampaikan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik seiring membaiknya keyakinan pelaku ekonomi, yang didukung oleh stimulus kebijakan fiskal dan moneter.
“Pada triwulan IV 2025, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kinerja yang solid. Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur berada di zona ekspansi berdasarkan survei S&P Global, penjualan ritel tumbuh positif, dan neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus,” ujar Purbaya seperti dikutip dari Infopublik, Rabu (28/1).
Selain itu, penempatan kas negara di perbankan turut memperkuat likuiditas sistem keuangan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 11,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025, sekaligus menekan biaya dana perbankan.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Menurut Purbaya, tingginya pertumbuhan M0 dipengaruhi oleh koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang sejalan dengan ekspansi likuiditas bank sentral serta stimulus fiskal pemerintah pada akhir tahun. Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tercatat tumbuh 9,6 persen yoy, seiring dengan perkembangan penyaluran kredit.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, pemerintah memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 5,2 persen.
Adapun pada 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat menjadi 5,4 persen, sejalan dengan penguatan permintaan domestik dan sinergi kebijakan antara pemerintah dan lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat investasi, antara lain melalui peran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta, termasuk di sektor hilirisasi sumber daya alam.[]
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic