Teheran, MINA – Pemerintah Iran resmi mengumumkan pembentukan badan khusus bernama Persian Gulf Strait Authority (PGSA) atau Otoritas Selat Teluk Persia untuk mengawasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang selama ini menjadi titik panas ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan media Press TV, Selasa (19/5), badan baru tersebut akan bertugas mengatur, memantau, dan mengoordinasikan seluruh aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz, termasuk pengawasan terhadap kapal komersial, tanker minyak, serta lalu lintas maritim asing yang melintasi perairan strategis tersebut.
Langkah ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia karena menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, dan Iran.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit tersebut setiap harinya, sehingga setiap eskalasi keamanan di kawasan dapat langsung memengaruhi harga energi global.
Pembentukan PGSA juga muncul setelah Iran beberapa kali mengeluarkan kebijakan maritim baru menyusul meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan memperketat pengawasan terhadap kapal asing di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz. Iran bahkan sempat membuka dan kembali menutup jalur pelayaran tertentu selama periode konflik regional dan gencatan senjata berlangsung.
Pemerintah Iran menegaskan pembentukan badan pengawas baru itu bertujuan menjaga stabilitas keamanan pelayaran dan melindungi kepentingan nasional Iran di kawasan Teluk.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Namun, langkah tersebut diperkirakan akan meningkatkan perhatian komunitas internasional, terutama negara-negara Barat yang selama ini memiliki kepentingan militer dan ekonomi di jalur perdagangan energi global tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic