Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Klaim 560 Tentara AS Tewas-Luka dalam Serangan Balasan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 21:34 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 21:34 WIB

24 Views ㅤ

Mayjen Hossein Salami, Komandan Garda Revolusi Iran (United Muslim World)

Teheran, MINA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa sekitar 560 personel militer Amerika Serikat (AS) tewas dan luka-luka dalam serangan balasan yang dilancarkan ke sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Klaim tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis Ahad malam sebagai respons atas serangan udara gabungan AS-Israel beberapa hari terakhir. Press TV melaporkan, Senin (2/3).

Pernyataan IRGC menyebutkan bahwa serangan balasan itu menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain dengan dua rudal balistik, serta empat serangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) ke pangkalan angkatan laut di kawasan yang menyebabkan “kerusakan serius” pada fasilitas komando dan dukungan.

Menurut laporan, operasi itu juga menyasar pangkalan angkatan laut Ali Al-Salem di Kuwait serta beberapa fasilitas lain di wilayah tersebut.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Selain itu, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi disebutkan turut menjadi lokasi serangan rudal dan drone Iran sebagai bagian dari gelombang balasan yang berlangsung selama akhir pekan.

IRGC menyatakan operasi bertajuk “True Promise 4” dilakukan untuk membalas serangan AS-Israel terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran.

Namun, klaim jumlah korban yang dirilis Iran langsung dibantah oleh otoritas AS. Pihak militer AS melalui United States Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa jumlah korban tentara AS jauh lebih rendah, dengan tiga personel tewas dan lima lainnya mengalami luka serius akibat serangan di pangkalan militer di Kuwait.

Laporan resmi AS juga menyebut beberapa personel mengalami cedera ringan karena serpihan.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Perbedaan klaim antara kedua pihak mencerminkan perang informasi yang mengiringi konflik di wilayah tersebut, di mana masing-masing negara mencoba menunjukkan dominasi naratif.

Analis internasional menilai perbedaan angka tersebut tidak hanya soal data militer, tetapi juga bagian dari strategi politik dan komunikasi untuk mempertahankan dukungan domestik dan regional.

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran meningkat tajam setelah serangan udara gabungan AS-Israel yang menargetkan fasilitas militer strategis di Teheran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan tinggi lainnya.

Iran kemudian merespons dengan serangan balasan menggunakan rudal balistik dan drone ke pangkalan militer AS serta wilayah sekutu Israel di Timur Tengah. Konflik ini telah memicu kekhawatiran internasional akan perluasan perang regional dan dampaknya terhadap stabilitas global serta harga energi. []

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda