Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Klaim Kemenangan, Gencatan Senjata 2 Pekan Bukti Tekanan AS Gagal

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 April 2026 - 07:58 WIB

Rabu, 8 April 2026 - 07:58 WIB

14 Views ㅤ

Pasukan IRGC Iran. (Foto: dok. X)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran mendeklarasikan kemenangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati penghentian serangan selama dua pekan, yang dinilai sebagai tanda keberhasilan Teheran menghadapi tekanan militer AS dan Israel.

Otoritas Iran menyambut keputusan tersebut sebagai hasil ketahanan militer dan politik negara itu, terutama setelah sebelumnya menghadapi ancaman serangan besar-besaran dari AS dan sekutunya. Mehrnews melaporkan, Rabu (8/4)

Kesepakatan ini mencakup penghentian sementara operasi militer serta pembahasan lanjutan terkait pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.

Gencatan senjata ini tercapai hanya beberapa saat sebelum tenggat ultimatum Washington, melalui mediasi Pakistan yang mendorong kedua pihak menahan diri dan membuka ruang negosiasi.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Dalam kesepakatan tersebut, Iran disebut bersedia mempertimbangkan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz dengan sejumlah syarat tertentu.

Meski demikian, otoritas keamanan Iran menegaskan bahwa perang belum sepenuhnya berakhir. Mereka memperingatkan akan melanjutkan serangan jika terjadi pelanggaran kesepakatan atau tekanan baru dari pihak lawan, sehingga situasi tetap berada dalam kondisi rawan eskalasi.

Konflik antara Iran dan AS-Israel sendiri telah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dipicu serangan terhadap fasilitas strategis Iran yang kemudian dibalas dengan serangan ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.

Pertempuran ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu stabilitas kawasan serta distribusi energi global.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Klaim kemenangan Iran merupakan bagian dari strategi politik untuk memperkuat posisi dalam perundingan. Namun, dengan masih adanya perbedaan mendasar terkait sanksi, keamanan kawasan, dan kontrol Selat Hormuz, masa depan perdamaian jangka panjang dinilai masih belum pasti meski gencatan senjata sementara telah diberlakukan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia