Teheran, MINA – Iran mengklaim telah mengoperasikan sistem pertahanan canggih yang mampu menjatuhkan dua jet tempur milik Amerika Serikat serta menyerang dua helikopter Black Hawk dalam eskalasi terbaru konflik kawasan, menurut laporan media setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Iran, Jumat (3/4) yang menyebut sistem baru itu berhasil mendeteksi dan menargetkan pesawat musuh dengan presisi tinggi.
Mereka mengklaim teknologi tersebut merupakan hasil pengembangan domestik yang dirancang untuk menghadapi ancaman udara modern. Press TV melaporkan.
Dalam laporan itu disebutkan, dua jet tempur AS berhasil dijatuhkan dalam operasi yang sama, sementara dua helikopter Black Hawk mengalami serangan serius saat menjalankan misi di kawasan konflik. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pengamat militer menilai klaim Iran perlu diverifikasi secara independen mengingat perang informasi kerap terjadi dalam situasi konflik. Meski demikian, Iran selama ini dikenal terus mengembangkan sistem pertahanan udara, termasuk rudal dan teknologi radar untuk memperkuat kemampuan militernya di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang dipicu konflik lebih luas di kawasan, termasuk keterlibatan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah. Situasi tersebut meningkatkan risiko konfrontasi terbuka yang dapat berdampak pada stabilitas regional.
Jika klaim tersebut terbukti benar, maka hal itu akan menjadi perubahan signifikan dalam keseimbangan kekuatan udara di kawasan. Selain itu, penggunaan sistem pertahanan canggih oleh Iran berpotensi memicu respons militer maupun diplomatik dari pihak Amerika Serikat dan sekutunya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic