Teheran, MINA — Iran berencana melelang sejumlah kapal komersial yang terkait dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang disita selama konflik di kawasan Selat Hormuz dan Teluk. Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk membantu individu dan keluarga yang terdampak perang, menurut pejabat kehakiman Iran, Hassan Abdollianpour, Selasa (22/9).
Abdollianpour, Kepala Pusat Pengacara pada lembaga kehakiman Iran, mengatakan kapal-kapal tersebut disita berdasarkan putusan pengadilan. Ia menyampaikan keterangan itu kepada media Iran Mizan, seraya menegaskan hasil penjualan akan dialokasikan bagi pihak yang terdampak konflik.
Pejabat Iran itu tidak merinci jumlah maupun nama seluruh kapal yang akan dijual. Namun, sejumlah kapal komersial yang sebelumnya dilaporkan disita Iran antara lain MSC Francesca dan Epaminondas, yang ditahan di kawasan Selat Hormuz pada April 2026.
Iran menyatakan kapal-kapal tersebut terkait dengan kepentingan AS atau Israel, sementara status kepemilikan dan pengelolaannya berbeda pada masing-masing kapal. Tasnim melaporkan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Abdollianpour juga mengatakan para ahli mulai melakukan penilaian terhadap kerusakan akibat serangan AS di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan wilayah sekitarnya. Proses tersebut menjadi bagian dari langkah Iran untuk mendokumentasikan kerugian yang ditimbulkan selama konflik.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menurut Teheran menewaskan ribuan orang. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan, sementara ketegangan tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia. Di tengah konflik, lalu lintas kapal di selat tersebut turun tajam dibandingkan kondisi sebelum perang, sehingga perkembangan mengenai kapal-kapal yang disita dan rencana penggunaannya untuk kompensasi korban menjadi bagian dari dinamika ekonomi dan keamanan kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic