Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Ragu Perundingan dengan AS Capai Kesepakatan Komprehensif

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 4 Juni 2026 - 20:37 WIB

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:37 WIB

47 Views ㅤ

Ilustrasi perundingan AS dengan Iran yang selalu menemui jalan buntu (foto: Ist)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran menyatakan belum melihat adanya kemajuan signifikan dalam perundingan dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan damai antara kedua negara semakin dekat dan berpeluang tercapai dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada Kamis (4/6) menegaskan bahwa hingga kini belum ada perkembangan nyata yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kesepakatan sudah berada di tahap akhir.

Menurutnya, jalur komunikasi antara Teheran dan Washington memang masih terbuka, namun berbagai isu utama masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Farsnews melaporkan.

Di sisi lain, Trump menyampaikan optimisme bahwa pembicaraan yang berlangsung menunjukkan arah positif. Presiden AS itu menyebut negosiasi berjalan dengan baik dan membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pernyataan tersebut sejalan dengan sejumlah laporan yang menyebut kedua pihak telah membahas kerangka perpanjangan gencatan senjata dan agenda perundingan lanjutan mengenai isu strategis, termasuk program nuklir Iran.

Meski demikian, perbedaan pandangan masih tampak jelas. Iran menolak sejumlah tuntutan yang dianggap menyentuh aspek kedaulatan nasional, termasuk pengelolaan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz dan beberapa isu terkait program nuklirnya.

Teheran juga menegaskan tidak ingin pembahasan konflik dengan Amerika Serikat dipisahkan dari perkembangan konflik regional yang melibatkan Israel dan Hezbollah di Lebanon.

Sementara Trump menggambarkan kesepakatan sebagai sesuatu yang hampir tercapai, pejabat Iran berkali-kali membantah bahwa telah ada kesepahaman final.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Bahkan sejumlah media Iran menyebut pernyataan Trump lebih merupakan langkah diplomasi sepihak yang belum mencerminkan hasil perundingan sebenarnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda