Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Senin, 5 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:40 WIB

21 Views ㅤ

(Ilustrasi) Sejumlah tentara penjajah Israell memasuki wilayah Suriah. (Foto: Israel Defense Forces)

Damaskus, MINA – Kementerian Luar Negeri Suriah pada Ahad (4/10) memperingatkan bahwa tindakan agresif yang terus berlanjut oleh pendudukan Israel, termasuk serangan dan penerobosan ke wilayah teritori Suriah, merupakan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengecam keras pelanggaran Israel yang terus berlangsung terhadap wilayah Suriah, seraya menyoroti perkembangan terbaru terkait penyelesaian pengerjaan jalan yang disebut sebagai jalan “Sufa 53”. Al Mayadeen melaporkan.

Kementerian menyatakan proyek tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974 serta melanggar resolusi-resolusi legitimasi internasional.

Kementerian mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna menghentikan praktik-praktik ini dan mencegah terulangnya kembali tindakan tersebut, sembari menegaskan kembali hak Suriah untuk menjalankan kedaulatan penuh atas wilayahnya sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pihaknya juga menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan kesucian perbatasan negara.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya serangan oleh pasukan pendudukan Israel di Suriah selatan, termasuk serangan udara dan penerobosan darat, yang disertai dengan penahanan sejumlah penduduk kota-kota di Suriah.

Serangan-serangan tersebut juga mencakup penembakan artileri dan pergerakan militer di beberapa wilayah, yang merupakan pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan Suriah dan kesucian wilayahnya.

Penjabat Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa, sebelumnya juga menyatakan pemulihan hak-hak Suriah merupakan syarat mendasar untuk mencapai perdamaian abadi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Ia mencatat bahwa Israel terus melancarkan serangan dan mempertahankan pendudukan atas tanah Suriah yang mereka masuki setelah jatuhnya Assad.

Berbicara dalam sesi dialog yang diselenggarakan oleh Atlantic Council di New York di sela-sela sidang ke-81 Majelis Umum PBB, al-Sharaa menjelaskan Suriah telah menempuh jalur diplomatik dan melakukan dialog dengan negara-negara sahabat, termasuk Washington.

Menurut al-Sharaa, pembicaraan langsung dengan Israel telah dimulai sekitar satu setengah tahun yang lalu namun terhenti akibat penarikan diri pihak Israel karena alasan mereka sendiri, sementara Damaskus tetap berkomitmen dalam dialog tersebut dengan harapan dapat mencapai hasil yang nyata.

Ia mengisyaratkan tahap pertama berfokus pada wilayah yang diduduki oleh Israel setelah tanggal 8 Desember akibat pergerakan maju melampaui perbatasan tahun 1974 serta penyelesaian kesepakatan keamanan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan tersebut berhasil, Suriah mungkin akan terlibat dalam pembahasan jangka panjang mengenai perdamaian permanen dan wilayah Golan, sembari menegaskan Golan adalah wilayah Suriah menurut pandangan mayoritas lebih dari 130 negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda