Teheran, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Ahad (1/2) bahwa Teheran terbuka untuk setiap “upaya serius” yang bertujuan menghentikan eskalasi dan memulihkan stabilitas, di tengah serangan AS-Israel yang terus berlanjut.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al-Busaidi, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri negara Teluk tersebut. lapor Anadolu.
Selama percakapan, Araghchi menyatakan apresiasinya atas peran diplomatik Oman di antara kedua pihak dan upaya berkelanjutannya untuk meredakan krisis saat ini demi kembali ke dialog dan negosiasi.
Ia menyampaikan “seruan perdamaian” Iran, dengan mengatakan bahwa serangan Israel-AS terhadap negaranya “telah memperburuk ketegangan dan ketakutan di seluruh wilayah.”
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Ia menegaskan keterbukaan Teheran terhadap setiap upaya serius yang berkontribusi menghentikan eskalasi dan kembali ke stabilitas.
Busaidi, di pihak lain, mengulangi seruan Oman yang berkelanjutan untuk gencatan senjata dan kembali ke dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik secara diplomatis dengan cara yang memenuhi tuntutan sah semua pihak.
Ia juga mendesak pihak Iran untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat merusak hubungan bertetangga yang baik.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu, menewaskan beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teheran membalas dengan serangkaian serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, dan beberapa negara Teluk.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Serangan inj terjadi setelah gelombang serangan sebelumnya oleh Tel Aviv dan Washington pada Juni tahun lalu, yang memicu perang 12 hari sebelum gencatan senjata diumumkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic