Teheran, MINA – Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa negaranya terus memproduksi persenjataan dengan kemampuan yang lebih destruktif dan akan menggunakannya jika konflik kembali pecah.
Peringatan tersebut disampaikan pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Sardar Mohebbi, sebagaimana dilaporkan kantor berita Iran IRIB, Kamis (20/8).
Mohebbi mengatakan hulu ledak fragmentasi yang digunakan IRGC saat ini memiliki daya hancur jauh lebih besar dibandingkan persenjataan yang digunakan dalam perang sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa persenjataan Iran dalam konflik berikutnya akan berbeda dalam berbagai aspek dibandingkan kemampuan militer sebelumnya.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat yang masih berlangsung. Iran sebelumnya menghadapi serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategisnya, sementara kedua pihak belum sepenuhnya keluar dari risiko konflik terbuka kembali.
Kemampuan rudal menjadi salah satu kekuatan utama Iran dalam menghadapi ancaman dari Amerika Serikat dan Israel. Reuters mencatat Iran memiliki salah satu persediaan rudal balistik terbesar di Timur Tengah, dengan sejumlah rudalnya memiliki jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer.
Dalam perkembangan terbaru, Iran juga dilaporkan terus memperkuat kapasitas produksi rudal dan drone.
Laporan Wall Street Journal yang dikutip sejumlah lembaga analisis menyebut Garda Revolusi Iran memanfaatkan masa relatif tenang untuk meningkatkan produksi persenjataan dan mempersiapkan kemungkinan konflik yang lebih luas.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Peringatan Teheran tersebut menunjukkan bahwa kemampuan rudal dan produksi senjata akan tetap menjadi bagian penting strategi pertahanan Iran.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga tengah meningkatkan produksi sejumlah persenjataan setelah penggunaan besar-besaran dalam konflik dengan Iran. Reuters melaporkan Washington telah mempercepat pengadaan rudal untuk mengisi kembali persediaan militernya yang terkuras. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic