Pengumuman itu disampaikan setelah serangan AS ke beberapa wilayah Iran, meski sudah disepakati gencatan senjata. Iran mengklaim, penutupan Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah pengamanan kawasan.
Penutupan terbaru ini diperkirakan kembali meningkatkan kekhawatiran pelaku industri pelayaran dan pasar energi internasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah berulang kali terganggu akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang berdampak pada kenaikan biaya asuransi kapal, perubahan rute pelayaran, serta meningkatnya volatilitas harga minyak dunia.
Di sisi lain, Amerika Serikat kembali menyerukan agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz tetap dijamin sesuai hukum internasional.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sejumlah negara kawasan, termasuk Oman dan Qatar, juga terus melakukan upaya diplomatik guna mencegah eskalasi lebih lanjut, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan energi dunia dan stabilitas ekonomi internasional.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik paling sensitif dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Ancaman terhadap keamanan pelayaran internasional dan stabilitas pasar energi global diperkirakan akan tetap menjadi perhatian utama masyarakat internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic