Beirut, MINA – Militer Israel dilaporkan mulai membangun serangkaian pos militer permanen di wilayah Lebanon selatan yang masih didudukinya.
Langkah tersebut dinilai memperkuat indikasi bahwa Israel berupaya mempertahankan kehadiran militernya dalam jangka panjang, meskipun sebelumnya telah ada kesepahaman yang dimediasi Amerika Serikat mengenai penarikan pasukan dari sebagian wilayah tersebut.
Laporan media Anadolu, Jumat (17/7) menyebutkan sedikitnya 23 pos militer tengah dibangun di zona pendudukan. Pos-pos itu akan menjadi basis permanen bagi pasukan Israel untuk mengawasi kawasan perbatasan dan memperkuat kontrol keamanan di Lebanon selatan.
Pemerintah Lebanon mengecam langkah tersebut karena dianggap melanggar kedaulatan negara dan menghambat upaya penyelesaian konflik. Beirut menegaskan Israel harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon sesuai kesepakatan yang sedang dirundingkan melalui mediasi internasional.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pembangunan pos-pos baru itu dilakukan hanya beberapa hari setelah putaran terbaru perundingan tidak langsung Lebanon-Israel di Roma.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak membahas mekanisme pembentukan zona percontohan yang mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dan peningkatan peran Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah selatan.
Di sisi lain, Israel beralasan keberadaan pasukannya masih diperlukan untuk mencegah ancaman dari Hezbollah.
Pangkalan permanen tersebut berpotensi memperumit proses diplomasi dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic