Beirut, MINA – Pasukan pendudukan Israel dilaporkan menggunakan amunisi fosfor terlarang dalam serangan udara dan tembakan artileri berat yang menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan pada Jumat (21/8) malam hingga Sabtu (22/8) dini hari.
Serangan ini menambah panjang daftar pelanggaran hukum internasional di tengah operasi militer Israel yang semakin brutal.
Lembaga Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa Bayt al-Sayyad menjadi kawasan yang paling parah terdampak. Tidak ada satu rumah pun yang selamat dari kehancuran setelah serangan artileri dan udara berlangsung selama semalam. MEE melaporkan, Sabtu (22/8)
“Tidak ada rumah di kota itu yang tidak rusak,” demikian pernyataan NNA,” laporan menyebutkan
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Kerusakan massal ini menggambarkan betapa sistematisnya penghancuran yang dilakukan Israel terhadap permukiman sipil di Lebanon.
Penggunaan peluru fosfor oleh Israel terkonfirmasi dalam serangan ini, sebuah praktik yang telah berkali-kali dikutuk oleh lembaga hak asasi manusia internasional. Human Rights Watch (HRW) sebelumnya telah memverifikasi penggunaan amunisi fosfor oleh Israel di setidaknya 17 kotamadya di Lebanon selatan sejak konflik meletus.
Fosfor putih adalah bahan kimia pembakar yang menyala saat bersentuhan dengan oksigen dan dapat menyebabkan luka bakar parah hingga kerusakan tulang. Menghirup asapnya juga dapat menyebabkan cedera pernapasan akut dan kematian. Penggunaan senjata ini di kawasan padat penduduk dilarang oleh hukum humaniter internasional karena efeknya yang tidak pandang bulu. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic