New York, MINA – Otoritas penjajah Israel memerintahkan sekitar 10 keluarga Palestina di Tepi Barat yang diduduki untuk meninggalkan rumah mereka di tengah aktivitas militer di kamp pengungsi terdekat.
“Sangat prihatin dengan terus memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan bagi warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki,” kata Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di New York, Amerika Serikat, seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu (19/8).
Dujarric mengatakan sekitar sepuluh keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Jabal al-Nasr, Tulkarm, Tepi Barat utara, diinstruksikan oleh pasukan Israel pada Senin (17/8) untuk meninggalkan rumah mereka “selama tujuh jam” dengan alasan aktivitas militer di area terdekat.
Dujarric mengatakan aktivitas militer tersebut menargetkan kamp pengungsi Nour Shams di dekatnya. Bulldozer militer Israel menggali sebagian jalan, merusak jaringan air dan saluran pembuangan, serta melakukan pekerjaan penggalian di tanah milik Palestina sebelum mundur dari area tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Juru bicara PBB mengatakan keluarga-keluarga itu kembali ke rumah mereka setelah pasukan Israel mundur, sementara tim kotamadya memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya agresi militer Israel di Tepi Barat, yang menurut PBB telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil dan pemindahan paksa warga Palestina.
Sebelumnya, PBB juga melaporkan bahwa operasi kemanusiaan di Tepi Barat terus tertunda dan dibatasi oleh jaringan lebih dari 900 hambatan fisik, termasuk pos pemeriksaan, gerbang, dan blokade jalan, yang membatasi akses bantuan kemanusiaan dan membuat masyarakat yang membutuhkan tidak mendapatkan bantuan yang memadai.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic