Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentara Penjajah Israel Ubah Rumah Warga Palestina di Hebron Jadi Pos Militer

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 25 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Ahad, 25 Oktober 2026 - 21:58 WIB

18 Views ㅤ

(Ilustrasi) Pasukan pendudukan Tentara Israel menutup akses masuk Kota Hebron (Foto: Quds Press)

Hebron, MINA – Pasukan Israel mengubah rumah-rumah warga Palestina menjadi barak dan pos pengamatan setelah memaksa penghuninya pergi di kota Hebron pada Sabtu (24/10), hari kedua operasi militer di wilayah Tepi Barat bagian selatan yang diduduki.

Pasukan Israel mengambil alih rumah-rumah di kawasan Khallat Manna dan Dahiyat al-Zaytoun di Hebron selatan untuk dijadikan barak, lapor Wafa dengan mengutip sejumlah sumber.

Menurut sumber tersebut, mereka juga memaksa warga keluar dari rumah-rumah di lingkungan lain dan menggunakan properti tersebut sebagai pos pengamatan.

Pengusiran ini menyusul pemindahan paksa ratusan keluarga sejak Jumat, di tengah penggerebekan besar-besaran, penutupan jalan, dan pembatasan pergerakan yang ketat.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Di dekat Betlehem, pasukan Israel memblokir jalan tanah yang menuju ke kota Tuqu serta menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah kendaraan warga Palestina yang melintasi jalur alternatif yang tidak layak, lapor Wafa dengan mengutip sumber keamanan Palestina.

Kantor berita tersebut menyatakan bahwa penutupan yang terus berlangsung di seluruh wilayah Betlehem serta kota dan desa sekitarnya, memaksa warga Palestina bergantung pada jalan yang tidak diaspal untuk bepergian antarwilayah.

Pasukan Israel menutup akses ke Hebron dan kota Halhul di dekatnya pada Jumat setelah dua warga Palestina menyerang pos pemeriksaan Israel. Menurut data pihak Israel, dua tentara Israel tewas dan tiga lainnya terluka, sementara kedua penyerang tersebut tewas di tangan pasukan Israel.

Pada Jumat, militer Israel mengumumkan bahwa operasi mereka mungkin berlangsung selama beberapa hari, yang mencakup penggeledahan rumah, interogasi, serta upaya untuk menemukan senjata dan “infrastruktur teroris.”

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, telah mengalami eskalasi serangan militer Israel dan kekerasan oleh pihak pendudukan sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Serangan-serangan tersebut meliputi pembunuhan dan penahanan warga Palestina, penghancuran rumah serta bangunan lainnya, pembakaran masjid dan kendaraan, perusakan lahan pertanian dengan buldoser, pelarangan akses bagi petani menuju lahan mereka, serta pengusiran komunitas Palestina, di samping perluasan permukiman ilegal. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Rekomendasi untuk Anda