Tel Aviv, MINA – Pemerintah Israel menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencakup wilayah Lebanon, sehingga operasi militer di wilayah tersebut tetap dapat berlanjut.
Pernyataan disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Rabu (8/4) menyusul pengumuman gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimediasi oleh Donald Trump. Israel menyatakan menerima langkah de-eskalasi tersebut, namun dengan batasan yang jelas pada cakupan wilayah konflik. Media KAN melaporkan.
Menurut pihak Israel, ancaman dari Hezbollah masih menjadi risiko keamanan serius yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, kebijakan militer di wilayah utara tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan pertahanan negara.
Israel juga menekankan bahwa gencatan senjata hanya berlaku terhadap konfrontasi langsung dengan Iran dan tidak mencakup aktor non-negara di kawasan. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika konflik di Timur Tengah tetap kompleks dan melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Di sisi lain, Pengecualian Lebanon dalam kesepakatan tersebut berpotensi memperpanjang ketegangan regional, terutama jika eskalasi di perbatasan Israel-Lebanon terus meningkat. Situasi ini juga dikhawatirkan dapat memicu keterlibatan lebih luas dari aktor-aktor regional.
Sementara itu, upaya diplomasi internasional terus berlangsung guna mendorong stabilitas jangka panjang di kawasan. Namun, dengan adanya pengecualian terhadap Lebanon, prospek perdamaian menyeluruh dinilai masih menghadapi tantangan besar dalam waktu dekat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic