Jenewa, MINA – Israel menghadapi isolasi internasional yang semakin meningkat pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79 di Jenewa, setelah negara-negara anggota secara mutlak mendukung resolusi Lebanon yang mengutuk serangan terhadap infrastruktur kesehatan.
Dilansir dari Quds News Network (QNN) pada Rabu (20/5), pertemuan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berubah menjadi arena lain yang mengungkap konsekuensi kemanusiaan dari serangan Israel di seluruh wilayah, terutama di Lebanon dan Iran.
Proposal Lebanon, yang diajukan bersama Yordania, Qatar, dan Turkiye, mendapatkan dukungan yang sangat besar. Resolusi tersebut disahkan dengan 95 suara mendukung dan hanya dua suara menentang (Israel dan Honduras), sementara 18 negara abstain.
Teks tersebut menyatakan kekhawatiran atas dampak buruk perang Israel terhadap sistem kesehatan Lebanon. Resolusi tersebut menyoroti serangan terhadap rumah sakit, tenaga kesehatan, ambulans, dan pusat layanan kesehatan primer.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Resolusi tersebut juga menyerukan kepada WHO untuk meningkatkan bantuan medis, pasokan, dan upaya pemantauan untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh serangan Israel.
Berbicara di hadapan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nasreddine mengatakan, serangan Israel telah menewaskan 116 petugas kesehatan di Lebanon sejak 2 Maret.
Nasreddine menambahkan bahwa Israel melukai 263 lainnya dan merusak atau menghancurkan banyak ambulans, rumah sakit, dan pusat layanan kesehatan di seluruh negeri.
Ia berterima kasih kepada WHO karena telah membantu sektor kesehatan Lebanon yang kelelahan untuk bertahan dari krisis berulang sejak runtuhnya ekonomi negara itu pada tahun 2019. []
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic