Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia. Dalam pernyataan sikap Dewan Pimpinan MUI Pusat bernomor Kep-111/DP-MUI/X/2026, MUI mendesak pemerintah tidak mengizinkan dan membatalkan seluruh rencana pertunjukan tersebut.
MUI menyebut hasil kajian dan penelusurannya menemukan data kuat bahwa sejumlah konser Bocelli terkait dengan simpati dan dukungan terhadap Israel. Salah satunya, penampilannya dalam konser Friends of the Israel Defense Force (FIDF) di Los Angeles pada 2010 yang bertujuan menggalang dana bagi militer Israel.
MUI menilai membiarkan kegiatan itu berlangsung bertentangan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
Ada empat poin sikap MUI. Pertama, menolak tegas rencana konser tersebut. Kedua, mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dengan tidak mengizinkan dan membatalkan seluruh rencana acara. Ketiga, meminta pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang tidak terafiliasi dengan Israel sebagai bentuk kedaulatan ekonomi dan kebudayaan nasional. Keempat, meminta pihak Bocelli dan semua pihak memahami serta menghormati keputusan MUI dan tidak menyampaikan pandangan yang dinilai kontraproduktif.
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini
Konser bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia itu dijadwalkan berlangsung di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Promotornya adalah Shoemaker Live. Polresta Magelang mencabut rekomendasi izin konser di Borobudur pada Selasa (13/10/2026), menurut Wakapolresta Magelang AKBP Bim Rekoaji. Ia tidak menjelaskan alasan pencabutan dan menyebut pihaknya menunggu arahan pusat.
Bocelli menanggapi polemik itu melalui keterangan tertulis pada Selasa (13/10). Ia menyatakan kedatangannya ke Indonesia untuk bermusik, bukan membawa agenda politik atau mendukung pihak tertentu, dan menegaskan tidak ada rencana penggalangan dana untuk kepentingan politik maupun militer dari konser tersebut. Kelanjutan konser di Jakarta belum diumumkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Nyatakan Karhutla Haram dan Darurat, Minta Presiden dan Aparat Tindak Tegas Pembakar
















Mina Indonesia
Mina Arabic